Latest News

Kamar Mandi Terbuka di Permukiman

Senin, 22 Februari 2010 , Posted by kelvin at 10.06


Foto: Istimewa
APA pun yang menyatu dengan alam senantiasa menimbulkan sensasi tersendiri. Kamar mandi berkonsep open air membuktikannya. Seperti apa desainnya?

Mandi berpayung langit dengan taburan bintang dan cahaya rembulan sudah sejak lama diterapkan di lingkungan masyarakat pedesaan Indonesia. Konsep kamar mandi tanpa atap ini juga jamak ditemui pada pemandian umum di desa-desa zaman dulu.


Jika Anda bertandang ke Yogyakarta dan mampir ke objek wisata Taman Sari, di situ juga akan ditemui area kolam besar terbuka yang konon pernah dipakai sebagai tempat mandi para putri pada zaman kerajaan dahulu kala.


Desainer interior Farida Alaydrus mengatakan, kamar mandi terbuka alias
open air bathroom mungkin saja awalnya lebih banyak terdapat di pedesaan. Sementara di perkotaan, umumnya kamar mandi berada di ruang tertutup.

"Penyebabnya mungkin karena di kota lingkungan luar cukup ramai. Selain itu, udara di kota dan di desa berbeda. Maka itu, orang lebih memilih kamar mandi tertutup, yang penting ada sirkulasi udara cukup," katanya.


Kendati demikian, Farida mengungkapkan bahwa bukan mustahil kamar mandi
open air diaplikasikan di perkotaan. Terlebih, kota-kota dengan nuansa alam serta budaya yang kental seperti di Bali dan Yogyakarta.

"Biasanya kamar mandi
open air diaplikasikan pada hotel, apartemen, dan fasilitas hiburan seperti kolam renang," sebut Farida.

Hal senada dikemukakan arsitek I Oetomo Aryobimo. Menurut dia, awalnya tipe kamar mandi terbuka lebih sering diaplikasikan di vila, resor, spa, kolam renang, dan area publik. Seiring mengemukanya konsep kembali ke alam (
back to nature), kamar mandi open air cukup banyak diminati sehingga mulai dikembangkan pada hunian.

"Bentuknya berupa bangunan kamar mandi terbuka yang menyatu dengan alam. Desainnya tergantung selera saja, tidak harus hijau," ujar pria yang akrab disapa Aryo itu.


Peraih predikat
Best Design Classic House di Roddeck London itu menambahkan, kamar mandi open air memungkinkan untuk diterapkan pada semua desain rumah. Inilah keunggulan konsep alami yang tidak terpaku pada arsitektur.

"Rumah minimalis pun bisa," tukas arsitek yang juga desainer interior itu.


Sementara itu, Farida berpandangan bahwa kamar mandi
open air lebih cocok diterapkan pada desain rumah bergaya tropis atau gaya yang sangat etnik atau mediteranian. Menurut dia, gaya-gaya tersebut memiliki persamaan, yaitu membutuhkan nuansa alami dengan pemakaian material lokal pada interiornya.

Di samping itu, kondisi "green design" juga sangat menunjang kamar mandi
open air yang pada umumnya terdapat hiasan tanaman indoor (hardscape) sehingga gaya desain akan mengarah ke gaya desain tropis.

"Kamar mandi
open air sangat cocok untuk rumah tropis, hanya saja kurang praktis," timpal arsitek Roland Adam.

Roland berpendapat, kamar mandi
open air umumnya hanya sebagai tambahan (bukan kamar mandi utama). "Kamar mandi utama harus tertutup dan di dalam rumah mengingat iklim Indonesia yang banyak hujan," katanya.

Konsep
open air berarti tanpa tudung alias hanya beratapkan langit. Dengan begitu, saat cuaca kurang bersahabat atau hujan, otomatis kamar mandi seperti ini tidak bisa digunakan. Pada zaman dulu, letak kamar mandi open air cenderung terpisah dari kamar tidur bahkan bangunan utama rumah.

Untuk mengangkat kesan alami,Anda bisa mengambil area di halaman tengah rumah, dengan menambahkan penghubung ke
master bedroom. Namun, bila Anda ingin memosisikan kamar mandi open air di dekat kamar tidur, juga tidak masalah. Yang penting, area kamar tidur memberi keamanan bagi penghuni.

Dengan kata lain, pada saat dibutuhkan privasi, penghuni dapat membuat ruang tidurnya tertutup (tersedia penyekat, jendela, atau pintu yang fleksibel). Perlu diketahui juga bahwasanya interpretasi kamar mandi
open air biasanya tidak sepenuhnya open air.

"Acap yang terbuka hanya sebagian kecil, dilengkapi dengan area taman kecil (
hardscape) yang pada umumnya dapat dibuka-tutup sesuai kebutuhan sehingga dapat terkesan open air," beber Farida.

Pada prinsipnya, memang terdapat dua konsep kamar mandi terbuka. Pertama, atap terbuka dengan pandangan ke segala arah. Konsep ini cocok untuk rumah-rumah di daerah padat sehingga pandangan horizontal sangat terbatas. Wujudnya seperti kamar mandi biasa, hanya atapnya dibuka dan diberi sekadar pengaman seperti teralis besi.


Konsep yang kedua berlaku untuk daerah luas yang pandangannya lepas ke segala arah. Kamar mandi seolah dibuat di atap rumah atau di balkon dekat kamar tidur yang terletak di lantai atas.


Untuk melindungi privasi, manfaatkan kaca-kaca buram atau kisi-kisi penghalang pandangan. Dengan model kamar mandi terbuka semacam ini, Anda dapat menebarkan pandangan hampir ke segala arah. Belum lagi tiupan angin sepoi-sepoi yang menimbulkan kesan segar, santai, sekaligus menenangkan. Acara mandi pun seolah menjadi momen spesial yang senantiasa ditunggu-tunggu.
(Koran SI/Koran SI/nsa)